• Jl. Raya Pakuwon Km 2 Parungkuda
  • (0266) 6542181
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
    • Buletin
    • Sirkuler
      • Sirkuler Inovasi Tanaman Industri dan Penyegar
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
3554 dilihat       17 Desember 2024

Penyakit Jamur Upas (Upasia salmonicolor) Pada Tanaman Kakao

Jamur upas atau yang sering disebut sebagai pink disease merupakan penyakit yang ditemukan hampir di seluruh negara penghasil kakao. Penyakit ini disebabkan oleh aktivitas pathogen dari kelompok jamur basidiomycetes yaitu Upasia Salmonicolor pada tanaman. Patogen ini bersifat polifag yaitu memiliki beberapa inang  antara lain, kopi, kakao, karet, teh, kina dan beberapa tanaman keras lainnya. Infeksi penyakit ini menyebabkan kematian (dieback) pada pohon terutama bila terjadi pada pangal batang dan lebih banyak menimbulkan kerusakan serta kerugian hasil pada tanaman berumur 2 sampai 6 tahun.

Gejala serangan yang tampak adalah:

  1. Daun-daun pada ranting yang sakit mendadak menjadi layu, dan mongering namun tidak gugur dan masih tetap melekat pada cabang yang terinfeksi, walaupun cabang telah mati
  2. Pada bagian bawah cabang atau ranting yang terinfeksi ditemukan jamur membentuk miselium tipis menyerupai benang benang berwarna putih dan mengkilat seperti sutera atau perak.
  3. Ditemukan seperti bintil-bintil yang melekat pada kulit cabang yang merupakan tubuh buah jamur
  4. Kulit cabang di bawah kerak menjadi busuk dan gejala dapat meluas serta mengakibatkan kematian. Pada stadium ini jamur membentuk banyak basidium yang menghasilkan basidiospora yang dapat terbawa angina.
  5. Setelah gejala penyakit meluas dalam satu pohon, cabang atau ranting yang sakit dapat patah karena kulit cabang di bawah kerak membusuk dan rapuh selanjutnya tanaman mati.

Kondisi yang sangat sesuai untuk perkecambahan basidiospora U. salmonicolor yaitu:

  1. Lingkungan dengan kelembaban 96%-100% atau adanya titik air,
  2. Suhu 28- 30º C dengan cahaya terang ataupun gelap.
  3. Cuaca lembab atau mendung dengan curah hujan yang relatif tidak terlalu tinggi dan merata sepanjang hari.

Tindakan pencegahan terhadap penyakit ini dapat dilakukan dengan:

  1. Mengelola kebun agar penyebaran dan infeksi patogen tidak terjadi dengan praktek budidaya yang tepat,
  2. Pemotongan cabang/ ranting yang terserang kira-kira 30 cm di bawah bagian yang terinfeksi, dan dibakar,
  3. Membersihkan miselium pada gejala awal yang menempel pada cabang yang sakit,
  4. Menghilangkan dan memusnahkan sumber inokulum yang terdapat di dalam maupun di luar kebun,
  5. Memelihara naungan dengan baik agar kondisi kebun tidak lembab,
  6. Aplikasi fungisida misalnya cabang diolesi tridemorf atau tembaga dengan konsentrasi 10%
Prev Next

- administrator


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Menguak Potensi Flavonoid dan Tanin sebagai Garda Terdepan Biopestisida Nabati
    06 Feb 2026 - By administrator
  • Thumb
    Mengenalkan Keistimewaan Kopi Binturong di Negeri Sakura
    03 Feb 2026 - By administrator
  • Thumb
    BRMP TRI Gelar Sosialisasi Aplikasi MyASN dan Indeks Profesionalitas ASN
    29 Jan 2026 - By administrator
  • Thumb
    Serah Terima Jabatan Kepala IP2MP Cahaya Negeri BRMP TRI
    29 Jan 2026 - By administrator
  • Thumb
    BRMP TRI Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Koperasi Garudayaksa Nusantara
    28 Jan 2026 - By administrator

tags

jamur upas kopi penyakit

Kontak

(0266) 6542181
082127038923 (WA)
[email protected]

Jl. Raya Pakuwon Km. 2, Parungkuda, Sukabumi 43357 Jawa Barat Indonesia

https://tanamanindustri.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar. All Right Reserved